Selasa, 03 Desember 2013

Jangan Menjadi layang layang


 


Seorang anak sembilan tahun menatapi keelokan layang-layang yang baru saja dibawa sang ayah dari kota. Ukurannya begitu besar, tidak seperti layang-layang temannya. Ada kunciran di sisi kanan dan kiri, dan terdapat ekor yang begitu panjang. Warna-warni kunciran dan ekor layang-layang mengundang keceriaan sang anak.

Setibanya di tanah lapang, sang anak mendampingi ayahnya memainkan layang-layang yang ukurannya lebih besar dari tubuh sang anak. Tiupan angin kencang menerbangkan layang-layang elok ke angkasa. Kunciran dan ekor terus berurai-urai membentuk irama gerak yang begitu indah.

Sesekali, sang anak mencoba berganti posisi dengan sang ayah untuk belajar mengendalikan terbangnya layang-layang. Ia pun berdecak kagum. Matanya berbinar menatapi keelokan layang-layang yang sedang terbang tinggi di angkasa.

“Ayah,” ucap sang anak tiba-tiba. Sang ayah pun menoleh ke arah buah hatinya. “Ayah, andai aku bisa seperti layang-layang. Bisa terbang dengan begitu elok di angkasa sana, sambil memperlihatkan keindahan kepada orang-orang di bawahnya,” tambah sang anak sambil terus menatapi gerak-gerik layang-layang.
Mendengar ucapan itu, sang ayah pun membelai rambut pendek anaknya. “Sebaiknya kamu tidak berandai untuk menjadi layang-layang, anakku!” ucap sang ayah.

Senin, 02 Desember 2013

Membeli Masa Depan

Menjelang Desember, saya masih membahas tujuan keuangan lebih detail.  Pernahkah Anda membuat resolusi tahunan menjelang tahun baru? Apakah resolusi tersebut membantu Anda mencapai yang diinginkan?

Seperti ditulis pada artikel lalu, target akhir tujuan keuangan adalah memiliki kesejahteraan hidup dengan materi yang kita miliki. Kita perlu bertanya pada diri sendiri, apakah masih berpikir “bekerja keras untuk uang” atau bagaimana “membuat uang bekerja untuk kita” kelak?

Umumnya pada masa belajar, kita diprogram dengan kepercayaan harus bekerja untuk mendapatkan uang. Hanya sedikit yang mendapatkan pengertian pentingnya membuat uang bekerja untuk kita.
Kerja keras memang penting, tapi belum tentu sejahtera. Bahkan tak sedikit yang masih hidup di bawah garis kesejahteraan.

Sebaliknya, ada sebagian masyarakat tampak santai bermain golf di hari kerja, tapi justru punya aset besar. Tentu saja mereka mengawalinya dengan kerja keras. Dalam perjalanan, mereka belajar bekerja dengan cerdas untuk sejahtera secara finansial. Artinya, uang yang diperoleh melalui kerja keras, kelak bekerja untuk kita.

Minggu, 01 Desember 2013

Kebebasan Finansial dengan Passive Income

PADA artikel yang lalu, saya sudah memaparkan tentang membuat tujuan finansial. Selanjutnya adalah mengenai tujuan yang berujung pada kebebasan finansial.

Banyak orang menyamakan antara kebebasan finansial dengan passive income. Apakah betul keduanya sama?

Pada dasarnya, tujuan akhir rencana keuangan adalah memperoleh ketenangan hidup melalui kebebasan finansial (financial freedom). Jika merasa tidak mendapatkan hal itu, pada umumnya karena mereka tidak mengetahui apa yang diinginkan.