Sabtu, 02 Februari 2013

9 Jenazah Krisis Aljazair Tiba, PM Jepang: Keterlaluan Sekali, Saya Malu dan SedihTRIBUNnews.com - 1 jam 51 menit laluBMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Hujan LebatAntara - 2 jam 41 menit laluHidayat ikuti Jokowi dan Ahok blusukan bantu korban banjirMerdeka.com - 3 jam yang laluTanggul Laut Raksasa Bukan Solusi Banjir JakartaTempo - 4 jam yang laluSelama Ini Tata Air Jakarta Bukan PrioritasTempo - 4 jam yang laluCurah Hujan Akhir Pekan Diprediksi Cukup TinggiTempo - 4 jam yang laluHari Ini, KPK Periksa Gubernur RiauTempo - 4 jam yang laluStasiun Solo Balapan Jalankan Kereta TambahanTempo - 6 jam yang laluVIDEO: Hanya 2 Pompa di Waduk Pluit Berfungsi NormalLiputan 6 - 9 jam yang laluKetua DPR: Anggota DPR Tidak Punya Anggaran BencanaTRIBUNnews.com - 9 jam yang laluBAGUNA PDI Perjuangan Bantu Korban Banjir JakartaTRIBUNnews.com - 9 jam yang laluMarzuki Alie:Tangkap Aceng Kalau MelawanTRIBUNnews.com - 10 jam yang laluVIDEO: Pengungsi Banjir Kayu Manis Terserang PenyakitLiputan 6 - 10 jam yang laluJokowi Ingin Tanggul Laut Raksasa Segera DibangunTempo - 12 jam yang laluPluit Masih Terendam Banjir Setinggi Satu MeterAntara - 12 jam yang laluKetua DPR: Kalau Bupati Aceng Melawan, Tangkap SajaTRIBUNnews.com - 13 jam yang lalu........Jelajahi Yahoo! Bersama Teman.Login. close.. ..


Pulau karang tiba-tiba muncul di tengah laut Madura

MERDEKA.COM, Pulau karang sepanjang 50 meter di tengah laut, tiba-tiba muncul di pesisir yang berada di Desa Labuhan, Kec Sepuluh, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Fenomena kemunculan gundukan karang setinggi sekitar tiga meter ini, diyakini masyarakat sekitar sebagai tanda akan terjadinya bencana.

Menurut warga sekitar, sebelum cuaca ekstrem melanda Laut Jawa, pulau baru di tengah laut yang terdiri dari puluhan batu karang dengan ukuran besar dan ribuan lebih karang berukuran kecil itu, tidak pernah ada.

"Karang-karang dengan ukuran dan bentuk yang tidak lazim (tidak seperti yang biasa dilihat warga di bibir pantai) itu, muncul awal Januari lalu," kata Nur Afiah, warga Desa Labuhan, Rabu (23/1).

Awalnya, penduduk sekitar mengira cuma kumpulan pasir di tengah laut yang terdorong oleh ombak besar. "Tapi lama-lama tambah membesar, membentuk seperti kapal raksasa yang terdampar. Karena penasaran, penduduk akhirnya mendekat dan ternyata ada banyak karang. Bentuknya aneh-aneh, ada yang seperti tengkorak manusia, ada yang berbentuk lempengan dan karang yang kecil-kecil seperti tulang belulang."

Fenomena alam ini, dikhawatirkan sebagai pertanda akan terjadinya petaka di kawasan sekitar. "Terus terang saja, kami, warga di sini kaget dan takut, soalnya batu berukuran besar ini sebelumnya tidak ada, tapi kenapa kok tiba-tiba bermunculan, jangan-jangan ini isyarat sesuatu," sahut Firman (35), warga Desa Labuhan yang lain.

Meski demikian, misteri kemunculan pulau karang yang secara tiba-tiba ini, belum bisa dibuktikan secara pasti kalau nantinya akan terjadinya bencana. Hanya saja, kekhawatiran dan berbagai opini tetap muncul di desa setempat.

Beberapa di antaranya, menganggap kalau Desa Labuhan akan segera tenggelam disapu air laut. Ada juga yang berpikir, untuk selalu waspada saja, karena bencana apapun bakal terjadi dengan munculnya pulau karang tersebut.

"Bentuk bencana itu, kita ya nggak tahu. Hanya saja kita patut waspada dan selalu istighfar, itu saja," kata Nur Afiah lagi, menimpali ucapan Firman.

Kendati memunculkan kekhawatiran dan spekulasi bernuansa mistis, warga sekitar tetap memanfaatkan keanehan pulau karang tersebut sebagai obyek wisata baru. Para nelayan di Desa Labuhan-pun, memanfaatkan perahunya untuk mengantar wisatawan lokal melihat dari dekat keunikan batu karang di pulau karang tersebut.

Cukup Rp 4 ribu per kepala, bisa mengobati rasa penasaran warga. Tak hanya warga di Pulau Madura yang berbondong-bondong ingin menyaksikan sendiri pulau karang itu, warga dari Surabaya, Sidoarjo, Gersik pun tak mau ketinggalan ingin menyaksikan fenomena alam tersebut.

Sumber: Merdeka.com

Jumat, 01 Februari 2013

Ternyata Mali adalah Sumber Emas Afrika, Maka Untuk Itulah Barat Invasi Militer

“Sebuah operasi militer barat tanpa kompromi melawan Islam radikal yang diperkirakan akan berakhir dalam hitungan minggu ‘Ungkap Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius awal bulan ini menggambarkan intervensi negaranya di Mali. Membuat suara serangan militer seperti lelucon. Fabius berani membual tentang bagaimana ‘menghentikan teroris’, dan bualan bombastisnya dengan mengatakan , “Hari ini kita mulai mengurus teroris ‘dari pangkalnya’


Militer Perancis, yang mencakup elit pasukan khusus dan detasemen Legiun Asing, dilengkapi dengan teknologi persenjataan tinggi , serta tank dan kendaraan lapis baja pengangkut personel. Didukung oleh Tentara Mali, mereka menyapu melalui kota-kota kunci di negara Afrika tengah seperti Diabaly dan Douentza pekan ini, yang sebelumnya dikendalikan oleh mujahidin membawa senjata mereka sendiri dalam cahaya rendah 4×4 truk pick-up. Yang terpenting dari semua serangan militer tersebut , Perancis memiliki kontrol udara yang berarti pesawat tempur Rafale dapat menghancurkan basis musuh dari udara dan mereka siapkan amunisi yang cukup banyak.

Hanya satu pilot helikopter telah dilaporkan tewas di antara pasukan Prancis sejauh ini, sementara kematian mujahidin mengarah ke ratusan nyawa. Tidak ada keraguan bahwa Al-Qaeda tersudutkan, dan bahwa tujuan utama mereka menstabilkan posisi di Mali bekas koloni Prancis ini, untuk saat ini setidaknya, telah digagalkan oleh Prancis.

Apa yang jauh lebih mengkhawatirkan bagi Perancis dan François Hollande adalah dampak dari kampanye militer yang singkat, tajam, dan kemungkinan besar awalnya terlihat efektif bagi mereka.

Dalam hal jumlah, pasukan Islam yang terdiri dari sekitar 6.000 orang, termasuk sekitar setengah yang menjadi anggota Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM). Kelompok ini sangat ditakuti oleh Perancis, yang dipercaya mereka ingin mendirikan sebuah pemerintahan gaya Taliban di Mali. Dari sana akan berada dalam posisi dan basis untuk merencanakan serangan lebih lanjut pada kepentingan Barat.

Mr Hollande tentu takut efek domino jika Mali jatuh ke Islamist .Disekitar Mali terdapat bekas jajahan Perancis di negara-negara tetangganya seperti Pantai Gading, Chad dan Republik Afrika Tengah .

Sedangkan Kelompok Militan Aljazair yang baru baru ini terlibat dalam drama penyanderaan Amenas adalah kelompok sempalan AQIM, yaitu kelompok “Tanda Tangan Brigade darah,” yang telah mengaku bertanggung jawab atas penyanderaan di kompleks gas Amenas, di selatan timur Aljazair, pekan lalu. Tidak hanya korban tewas yang disebabkan oleh krisis drama empat hari yang sudah menewaskan paling tidak 100 nyawa. Disisi lain Perdana Menteri Abdelmalek Sellal telah mengkonfirmasi bahwa sebagian besar kelompok militant tersebut adalah Al-Qaeda yang berasal dari Mali.

Di Mali, banyak yang tidak mengetahui bahwa banyak sekali situs kepentingan barat disana. Jangan lupa bahwa negara, seperti tetangga Afrika Barat itu , kaya akan kekayaan alam yang menguntungkan. France menghasilkan 78 persen listriknya dari energi nuklir dan tertarik pada uranium Mali. Perusahaan Areva Perancis membangun pabrik uranium terbesar kedua di dunia di Nigeria.

Mali adalah terbesar ketiga negara produsen emas di Afrika , sementara tetangga Nigeria adalah eksportir minyak terpenting di wilayah tersebut, mengirimkan jutaan barel per tahun ke negara-negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Amerika khususnya bergantung pada Afrika untuk mineral strategis dan minyak bumi, dengan hampir 14 persen dari impor minyak mentah AS yang berasal dari benua ini . Jadi Mali sangat berdampak besar bagi Barat, dan orang-orang seperti Belmokhtar tentunya akan menjadi target dari kekuatan mereka untuk ‘target ‘ serangan bila memungkinkan.

Kisah dalam drama Amenas dalam tanda kutip dilaporkan oleh media Aljazair, Belmokhtar mengatakan: “Kami memiliki sekitar 40 jihadis, sebagian besar dari mereka dari negara-negara Muslim dan beberapa bahkan dari Barat.” Terbukti adalah diantara yang tewas dari mujahidin dua diantaranya adalah pemegang paspor Kanada, dan mungkin ada orang lain dari negara-negara Eropa lainnya termasuk Perancis sendiri.

Pesannya adalah jelas kepada Mr Hollande seperti itu adalah perang barat dan islamis tidak terbatas pada Mali, lebih dari itu , dan perang juga akan menyebar pada negara-negara seperti Afghanistan dan Somalia. Medan pertempuran dari perang melawan mujahidin akan tersebar di seluruh dunia, dan fokus pertempuran telah bergeser dari timur Tengah ke Afrika Utara karena krisis Mali i

Sebagai Perdana Menteri Inggris David Cameron menjelaskan, negaranya akan membutuhkan ‘Tangan Besi’ untuk menghadapi ancaman teroris, dan ini kemungkinan akan melibatkan ‘perjuangan. ”

Ya, pasukan Prancis secara teknis bisa keluar dari Mali ‘dalam hitungan minggu setelah kemenangan penting tersebut, namun kekuatan multi-nasional mujahidin global akan berlangsung lama pada tahun-tahun yang akan datang.

(Nabila Ramdani adalah pemenang penghargaan Paris-lahir jurnalis lepas keturunan Aljazair yang mengkhususkan diri dalam politik Perancis, urusan Islam, dan Dunia Arab @ NabilaRamdani – Al Arabiya

  Sumber : www.eramuslim.com

Kamis, 31 Januari 2013

Pekerjaan Yang Tidak Cocok Untuk Wanita Cantik

Wanita ini pernah ditolak atau dipecat dari pekerjaan mereka karena dianggap terlalu cantik!


Bukan cuma itu, dalam sebuah penelitian di Israel sana.. HRD wanita tidak akan memanggil pelamar wanita yang lebih cantik dari mereka, atau ya.. cantik lah



1. Asisten Dokter Gigi

2401-mellisa
Mellisa Nelson dipecat dari pekerjaannya sebagai asisten dokter gigi karena dianggap “terlalu menarik”



2. Dunia Perbankan
2401-debra
Bohon kalau orang Bank mencari wanita cantik untuk ditaruh di ‘baris depan’. Buktinya Debrahlee Lorenzana dipecat dari Citibank karena ‘terlalu cantik’. Dulu sebelum dipecat, Debrah dilarang mengenakan baju ketat!


3. NGO
2401-amy
Amy Erin-Blakely menuntut LSM tempat dia bekerja karena selama bekerja disana dia sering mendapat pelecehan seksual. Dan apa kata orang kantornya ? Amy memiliki payudara besar yang menarik mata, sehingga sulit untuk tidak ‘berkomentar’ atau melirik, dan akibatnya dia susah mendapat promosi karena ‘terlalu sensual’.


4. Microbiology
2401-tara
Tampaknya ilmuwan cantik itu tidak biasa. Tara C.Smith berulang kali diragukan kapasitasnya sebagai ahli mikro biologi karena cantik.



5. Acara TV
2401-michaela
Jika Anda bukan pemandu acara utama bincang bincang, cuma pendamping.. ya jangan terlalu cantik dan cerdas lah. Nanti nasibnya macam Michaela Watkins yang dipecat dari acara TV Saturday Night Live


sumber : http://astaga.com

Rabu, 30 Januari 2013

Saat Ide-ide Bisnis Mahasiswa Tumpah Ruah

TANGERANG, KOMPAS.com - Jika berkunjung ke kampus Prasetiya Mulya Business School di BSD Serpong, Sabtu (19/1/2013), siapa pun bisa geleng-geleng kepala. Hampir semua stand produk bisnis para mahasiswa dalam acara Entrepreneur Day 2013 diwarnai ide-ide segar dan brilian yang selama ini dipandang sebelah mata atau bahkan terlewatkan. Tentu saja, mereka juga ingin menjadi pemenang dalam ajang ini.


Ya, Entrepreneur Day adalah ajang lomba ide dan kreativitas bisnis yang digelar setiap tahun oleh Prasetiya Mulya Business School. Tahun ini, dengan tema "Sustanation", ajang ini diharapkan tak hanya menginspirasi para remaja untuk berwirausaha tetapi juga memperhatikan alam dan lingkungan sosial.

Kita mulai dari 26 stand para mahasiswa bisnis semester 1 dalam kategori produk bisnis berbasis teknologi. Para mahasiswa yang baru masuk kuliah pada pertengahan tahun lalu ini menampilkan konsep sederhana namun memiliki potensi bisnis yang besar. Ada tiga sub-kategori produk bisnis berbasis teknologi yang ditampilkan oleh para mahasiswa baru ini, yaitu Digunakan Kembali (Re-use), Menghemat (Reduce) dan Memudahkan.

Yovita dan Luvita, salah satunya. Bersama beberapa teman, mereka menghasilkan prototipe produk yang dinamakan "Resik". Menurut mereka, Resik adalah jawaban atas masalah lingkungn yang disebabkan oleh limbah detergen.

"Jadi ini alternatif detergen yang ramah lingkungan. Ini terinspirasi dengan budaya mencuci tradisional. Dulu, orang mencuci menggunakan buah lerak. Kami lalu membuat Resik. Tetap ada busanya, tapi ramah lingkungan," ungkap Yovita

"Buah lerak ini kami datangkan langsung dari Jogja. Sesudah dihancurkan lalu dikemas dengan kain-kain perca ini," tambah Luvita.

Menurut Luvita, Resik juga aman digunakan oleh para perempuan yang kerap mengalami alergi karena detergen ketika mencuci. Mereka mengemas kantung-kantung lerak dalam keranjang rotan kecil dan dijajakan dengan harga 10 ribu.

Fodi Sinaga dan empat orang lainnya menampilkan produk yang berbeda. Mereka namakan "Tobaccoal". Dengan mengadopsi prinsip kerja exhaust fan dan penyaring udara, mereka membuat penyaring udara mini yang bisa dibawa ke mana-mana sehingga asap rokok penggunanya bisa langsung diserap. Bahkan, Tobaccoal hanya perlu disambungkan ke komputer atau laptop dan tape mobil sebagai sumber energinya hanya dengan sambungan USB.

Prototipe Tobaccoal dibuat dari kipas (fan) berukuran kecil, arang, kotak tisu plastik, dan gelas plastik dengan tutup. Prinsipnya, asap rokok akan diserap oleh exhaust fan mini dan disaring oleh arang yang ada di belakang kipas.

"Kita tahu arang kan sifatnya menetralisir. Jadi asap rokok akan dinetralisir oleh arang. Saat ini, memang udara yang dihasilkan masih berbau arang. Namun, ke depannya, kita bisa kembangkan dengan memasang pewangi di belakangnya sehingga udara yang ditimbulkan pun lebih segar," ungkap Fodi.

Ide yang cemerlang bukan?



Lebih serius

Produk-produk bisnis yang lebih serius tampak di area stand kategori produk bisnis Business Creation. Kategori ini diikuti oleh para mahasiswa semester 3 yang mengikuti mata kuliah dengan judul yang sama.

Mereka tak lagi hanya menghadirkan prototipe, tapi diminta untuk menghadirkan langsung produk bisnis mereka. Ada 25 stand yang terbagi dalam empat sub-kategori, yaitu Creative 1, Creative 2, Food and Beverage, dan Fashion.

Mischiare misalnya. Meski baru ditekuni beberapa bulan saja, namun produk bisnis mereka sudah banyak dipesan melalui pemasaran di dunia maya.

Mischiare adalah merk flat shoes yang ikut dalam ajang ini. Uniknya inovasi bisnis pada Mischiare terletak pada menyesuaikan dengan keinginan konsumen. Sepatu ini memungkinkan para penggunanya untuk mengganti-ganti aksesori sepatu sesuai dengan kondisi dan tentu saja, mood.

"Jadi, aksesori flat shoes ini bisa diganti-ganti, terserah penggunanya. Di sini kita jual juga aksesorinya macam-macam, bisa pita, bisa bentuk bunga dan sebagainya," ungkap salah satu mahasiswa lelaki yang terlibat dalam proyek Mischiare ini.

Di sub-kategori Creative II juga ada produk yang dinamakan Muses, yaitu case kamera SLR yang berbentuk seperti kameranya dengan bahan dasar kulit. Muses disebutkan sangat praktis digunakan. Para fotografer profesional diyakinkan untuk tak perlu repot-repot lagi memasukkan kamera SLR dan lensanya ke dalam tas ransel besar yang super berat.

Masih banyak ide bisnis dan produk bisnis yang cemerlang dari para mahasiswa dalam Entrepreneur 2013 ini. Para juri pun terpesona dengan produk-produk yang mampu dihasilkan oleh para mahasiswa ini.

Di kategori produk bisnis berbasis teknologi, masing-masing juara pertamanya adalah "Bioblock" (Memudahkan), "Entrocher" (Re-use) dan Step City (Menghemat). Para juara ini dipilih berdasarkan kriteria tingkat inovasi yang muncul, potensi untuk diimplementasikan dalam bisnis, orisinalitas ide, kontinuitas inovasi dan aktivitas promosi.

Bioblock adalah inovasi konblok yang menggabungkan fungsi konblok dengan fungsi biopori yang bisa mengurangi banjir. Entrocher adalah kantung dari bahan goni dan perca untuk menaruh barang-barang keperluan sehari-hari dengan menggantungnya pada alat khusus yang terbuat dari besi dan aluminium bekas. Sementara itu, Step City adalah konsep lantai berteknologi tinggi yang mampu memaksimalkan energi dari langkah kaki manusia sehingga dapat menghasilkan energi listrik yang bisa digunakan sehari-hari.

Burhan Primanintyo, dosen sejumlah mata kulian Entrepreneuship di program S-1 Prasetiya Mulya Business School juga mengaku terkesan dengan ide dan produk bisnis yang bisa dihasilkan oleh para remaja ini. Perlunya wadah untuk memicu wirausaha, paling tidak mulai dari mahasiswanya, membuat ajang ini terus dihidupkan sejak dimulai pada tahun 2006.

"Pertama, memperkenalkan karya mahasiswa kepada yang lain. Yang lebih penting ini adalah hasil pembelajaran dari satu semester. Hasilnya adalah pameran. Kita ingin mahasiswa terus berkreasi dalam menemukan dan mengembangkan bisnis mereka," katanya.

Tak hanya para mahasiswa Prasetiya Mulya, senior dan junior, yang hadir dalam acara ini. Para orangtua siswa dan masyarakat umum juga hadir dan memuji karya para mahasiswa ini.

"Ide-idenya brilian untuk ukuran mahasiwa," ungkap salah satu ibu yang datang di ajang ini

Selasa, 29 Januari 2013

Berani Memulai Usaha sejak Kuliah

KOMPAS.com - Mark Zuckerberg, miliuner muda yang menjadi pemimpin situs jejaring sosial Facebook, merintis usaha sejak kuliah di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Nilai kekayaannya kini tercatat 10,2 miliar dollar AS atau setara Rp 97,1 triliun. Sebagai mahasiswa, dia berani memulai usaha. Apakah kita berani memulainya?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Agustus 2012, lulusan universitas yang sudah bekerja sebanyak 6,98 juta orang (6,30 persen) dan lulusan pendidikan diploma 2,97 juta orang (2,68 persen). Dari dulu hingga kini tak ada jaminan seorang sarjana langsung mendapat pekerjaan begitu mereka lulus. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas. Apalagi kini persaingan mendapat pekerjaan amat ketat.

Selain itu, rendahnya minat masyarakat untuk berwirausaha membuat mereka tetap mengejar pekerjaan kantoran. Tak heran jika di Indonesia relatif banyak penganggur intelektual, yang tingkat penyerapan kerjanya rendah, karena pekerjaan yang tersedia tak sanggup menampung lulusan perguruan tinggi yang minim keahlian dan keterampilan kerja.

Alasan itu yang mendasari pelaksanaan Unpad Brand Festival, Senin (17/12), oleh mahasiswa kelas sore Jurusan Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung.

Acara bertema ”Yang Muda Yang Berkarya” ini merupakan kegiatan pameran usaha bagi kalangan wirausaha muda dengan status mahasiswa dan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad). Peserta mempromosikan usahanya, baik berupa produk/barang, jasa, maupun kuliner dengan merek mereka sendiri.

Acara yang digelar di sekitar gerbang Unpad kampus Jatinangor ini relatif menyedot perhatian khalayak. Terbukti sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.00, tak ada stan yang sepi meski lokasi acara diguyur hujan.

Antusiasme peserta pameran juga patut diacungi jempol. Dari pendaftaran yang dibuka selama dua minggu lewat jejaring sosial, terkumpul 200 pendaftar pameran. Namun, karena keterbatasan tempat, hanya bisa terealisasi 31 stan.

”Rencananya kami akan membuat acara ini lagi tahun depan. Acara yang lebih besar sehingga bisa menampung lebih banyak peserta,” kata Arya Aditya, Wakil Ketua Panitia Unpad Brand Festival.



Tugas kuliah

Konsep acara itu berawal dari tugas mata kuliah Public Relation Event. Setelah dilakukan survei kecil-kecilan, banyak mahasiswa Unpad yang kreatif dan punya merek usaha sendiri, tetapi belum ada wadahnya.

Kebanyakan pameran yang telah terlaksana untuk berjualan saja tanpa embel-embel merek. Jadi, inti acara ini adalah mengangkat merek dagang dari wirausaha para peserta pameran.

Selain itu, jumlah wirausaha muda pun meningkat. Bandung dan Unpad menyumbang bagian dari peningkatan tersebut. Namun, sebagian besar pengusaha muda belum sepenuhnya memublikasikan merek dagangnya. Karena itu, terbentuklah ide menyelenggarakan Unpad Brand Festival.

”Acaranya seru. Acara seperti ini menarik perhatian mahasiswa karena merupakan ajang unjuk gigi untuk menunjukkan bahwa selain kuliah kami juga bisa punya usaha sendiri. Setidaknya dengan acara ini, kami bisa memotivasi yang lain,” kata Kiki Kusnandar Muharam, pengunjung pameran.

Selain pameran merek, ada juga acara bincang-bincang yang mengangkat tema bagaimana mengelola akun media sosial sebagai media promosi. Di samping itu, dari biaya pendaftaran pameran sebesar Rp 200.000, disisihkan Rp 50.000 untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

Tri Antono Satrio, pemilik merek Invisible Shoes, yang mengikuti pameran, memaparkan, iklim kewirausahaan di kalangan mahasiswa cukup menjanjikan. Menurut dia, mahasiswa jangan takut gagal dalam memulai usaha karena selagi masih muda mereka harus menjalani beberapa kegagalan untuk mencapai keberhasilan.

Semangat dan kerja keras merupakan modal dasar memulai dunia usaha. Semoga para pengusaha muda terus berkarya dan berani memajukan usaha masing-masing. Intinya, mahasiswa tidak melulu mesti bergantung kepada orangtua. Caranya antara lain dengan memiliki usaha sendiri.

Dyah Eka Atmaningrum Departemen Ilmu Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Monorel Made In Bekasi




Keren nih, akhirnya indonesia bisa memproduksi monorel. Monorel ini dibangun dengan menggunakan 90 persen komponen lokal, 10% lagi bentuk conventer saja. Dan desain prototype dan mesin juga bikinan Indonesia. Yang memproduksi adalah PT Melu Bangun Wiweka yang berlokasi di daerah bekasi.

Adalah Kusnan Nuryadi tokoh di balik keberhasilan PT Melu Bangun Wiweka memproduksi monorel. Pria kelahiran Kuningan, 7 Agustus 1947 ini berhasil menciptakan moda transportasi berbasil rel tunggal ini dengan beberapa inovasi dan pengembangan dari beberapa monorel yang sudah ada di dunia.

Kusnan sudah melakukan penelitian dari tahun 2005 dengan ekspedisi ke berbagai negara, yang paling utama adalah negeri Jepang. Kusnan terus melakukan pembaruan dan penciptaan konsep serta desain untuk mendapatkan prototype yang siap untuk dilakukan di 2009. Kusnan dan 5 orang tenaga ahli kemudian membuat prototype pertama dan selesai awal 2012.


Monorel buatan lokal ini mampu mengangkut 125 penumpang per gerbong dan untuk Indonesia cocok membawa sekitar 6 gerbong sekali jalan. Kecepatan maksimal monorel 80 km/jam.

Menteri BUMN Dahlan Iskan juga sempat mengunjungi pabrik monorel buatan lokal di Bekasi. Beliau menyatakan bangga karena ada anak bangsa yang bisa mengembangkan teknologi canggih monorel ini.

Semoga monorel ini bisa menjadi solusi kemacetan di Ibukota.



sumber : sijanggut.blogdetik

Senin, 28 Januari 2013

4 Pelajaran Penting dari Belajar di Eropa

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergi ke negeri orang untuk belajar tentu memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing orang. Ada empat pelajaran penting yang bisa diperoleh selama menjalaninya. Apa saja?


Mahasiswi semester 7 Swiss German University (SGU), Dwena Dexiana, mengungkapkannya setelah merampungkan program magang di Jerman beberapa waktu lalu. Keempat pelajaran penting yang diperolehnya selama jauh dari Tanah Air adalah betapa pentingnya waktu, keluarga, pengetahuan dan uang. Ia mengaku belajar banyak dari pengalamannya selama tinggal di Jerman selama enam bulan tersebut.

"Waktu. Saat sudah di sana jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Bekerja keras dan belajar bahasa yang ada agar bisa bersosialisasi lebih baik karena kita nggak tau kapan bisa ke sana lagi," kata Dwena saat acara pelepasan adik-adik kelasnya untuk magang di Jerman dalam acara "SGU Goes to Europe" di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Kemudian yang kedua adalah arti pentingnya keluarga. Ia mengaku selama bulan pertama di Jerman, dirinya banyak menangis karena kangen dengan keluarga dan suasana rumah. Namun hal itu sedikit terobati saat dirinya mulai sibuk dengan pekerjaan dan bersosialisasi.

"Kalau biasanya di rumah suka ngerasa kurang privasi karena diawasi orang tua terus. Saat di sana bener kerasa banget kangennya. Apalagi kalau pas sakit, bener-bener sendiri dan nggak ada tempat bergantung," ujar Dwena.

Hal ketiga yang penting adalah pengetahuan. Ia menyarankan selama berada di Eropa sebaiknya gali banyak ilmu yang ada di sana. Jika sempat berkunjung ke perpustakaan atau ke toko buku, maka baca buku yang menarik minat tapi sulit didapat di Indonesia.

"Jangan sampe nyesel balik ke Indonesia nggak dapet apa-apa. Di sana gudangnya ilmu pengetahuan, jadi banyak cari tahu," jelas Dwena.

Hal terakhir yang penting adalah uang. Memang benar saat magang tersebut, para peserta magang mendapat honor dari perusahaan. Namun bukan berarti bisa berfoya-foya dan lupa untuk menabung karena berpikir tetap akan kembali lagi ke Indonesia setelah program selesai.

"Gunakan uang seperlunya. Kalau dapat honor, sisihkan sebagian. Pengalaman saya, karena mikirnya dapet honor. Ya udah seneng-seneng aja. Eh ternyata ada masalah jadi gaji nggak turun tiga bulan. Jadinya tiga bulan itu ngirit banget. Mau minta uang ke orang tua gengsi juga," ungkap Dwena     Sumber  Kompas.com

Minggu, 27 Januari 2013

Lembata, 'Sang Perawan' dari Nusa Tenggara




Lembata - Nama Lembata mungkin tak sefamiliar Flores, atau Pulau Komodo yang sama-sama terletak di Nusa Tenggara Timur. Padahal, Kabupaten Pulau Lembata punya sejuta destinasi wisata yang lebih dari sekadar 'perawan'.


Kabupaten Pulau Lembata terletak di gugusan Kepulauan Solor, ujung timur Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bisa dibilang, Lembata adalah pulau yang hampir tak terjamah. Selama 5 hari detikTravel berkunjung ke pulau ini, yaitu mulai 18-22 Juni 2013, hanya segelintir turis yang terlihat. Atau mungkin belum 'musimnya', mengingat beberapa destinasi di Pulau Lembata punya ritual adat di waktu-waktu tertentu.

Warga setempat tampak asyik dengan aktivitas rutin mereka: berkebun, melaut, atau bekerja di instansi pemerintahan. Mereka terdiri dari 2 etnis besar: Lamaholot dan Kedang. Masing-masing etnis punya adat dan tradisi berbeda, termasuk soal bahasa.

Tapi ada satu kesamaan dari mereka: ramah tamah. Jarang-jarang saya mendapat sambutan hangat warga lokal dengan senyum sumringah seperti ini. Setiap kali mobil rombongan kami lewat, warga melambaikan tangan dan mengucapkan, "Selamat!" artinya selamat jalan.

Jangan harap Anda akan melewati jalanan mulus beraspal. Karena dari 1,2 juta km2 luas pulau ini, hanya segelintir saja jalanan yang tergolong rapi. Namun, jalanan baik yang aspal maupun yang tanah sudah menghubungkan tiap desa di Pulau Lembata. Dari ibukotanya yakni Lewoleba, wisatawan bisa mengakses seluruh destinasi di berbagai penjuru mata angin.

Di pesisir selatan ada Desa Pasir Putih dan Desa Lamalera. Sesuai namanya, desa yang pertama itu punya bentangan pantai berpasir putih sepanjang 11 km. Pantai yang paling cantik, menurut detikTravel, adalah Pantai Mingar.

Selanjutnya ada Lamalera, desa yang tersohor karena tradisi berburu pausnya. Ritual berburu paus merupakan atraksi budaya rutin tiap 2 Mei-31 Agustus. Namun di waktu-waktu lainnya, wisatawan bisa menyelami kehidupan lokal dengan belajar menenun dan melihat-lihat peninggalan sejarah yang disimpan baik-baik di rumah warga.

Beralih ke utara, ada Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur. Destinasi unggulan di sini adalah Kampung Adat Lewohala di Desa Jontona. Pada 1-7 Juli tiap tahunnya, masyarakat setempat menggelar Pesta Kacang di sebuah perkampungan dengan 77 rumah adat. Pesta ini ditujukan untuk berterimakasih atas berkah panen kacang tahun ini, dan berdoa untuk kelancaran panen di tahun berikutnya.

Masing-masing rumah adat punya peninggalan sejarah berupa keramik kuno, atau benda-benda keramat seperti tanduk kerbau dan gading gajah. Ssst, di pantai Kampung Adat Lewohala, wisatawan bisa melihat kerangka ikan paus biru berukuran raksasa! Warga setempat bilang, paus biru ini terdampar tahun 2005 silam.

Di sebelah timur Lembata setidaknya ada 2 desa yang hampir sama 'perawan'-nya: Lewolein dan Beang. Lewolein jadi persinggahan kapal-kapal pesiar dari Flores dan Alor, sementara Beang punya hamparan pantai yang aduhai indahnya.

"Ini (pantai di Desa Beang-red) seperti Pantai Kuta di tahun 1960-an," kata salah satu anggota rombongan, Yos Sumerta sebagai Ketua Asosiasi Wisata Bahari yang berbasis di Bali.

Jalur kendaraan yang mayoritas masih jalan tanah adalah tantangan utama wisatawan di Pulau Lembata. Dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya bisa memakan waktu 2 jam karena akses yang sulit.

Tapi bagi Anda yang haus akan petualangan, justru ini jadi sensasi tersendiri! Sewalah mobil Hilux (Rp 250-350 ribu/ hari) untuk menjajal medan Pulau Lembata. Tapi ingat, harus esktra hati-hati! Anda juga harus menghafal arah agar tidak tersesat di tengah hutan. Opsi paling baik, sewalah pemandu lokal.

Selain alam dan budaya, Pulau Lembata juga dikaruniai kekayaan kuliner yang dijamin menggoyang lidah! Hampir tiap desa punya suguhan kuliner yang berbeda. Ikan bakar dan sambal khas sudah pasti ada. Di Desa Beang ada beso, sejenis bubur campuran jagung, kacang hijau, santan dan garam. Rasanya sungguh nikmat!

Di tengah perjalanan menuju Desa Lamalera dari ibukota Lembata yakni Lewoleba, singgahlah di Kampung Boto. Turis bisa menikmati kopi khas setempat ditemani camilan khas pula: campuran singkong, gula, dan kelapa parut. Ada juga keripik pisang dan kue kacang yang renyah.

Bisa dibilang, Pulau Lembata adalah tempatnya para petualang. Banyak destinasi yang belum dijamah wisatawan. Cara menuju ke sini cukup mudah. Dari Bandara El Tari di Kupang, tersedia penerbangan Susi Air 2 kali sehari menuju Bandara Wunopito di Lewoleba.

"Dalam waktu dekat akan ada maskapai Transnusa. Kami sudah sepakat akan ada penerbangan juga ke sini," tutur Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur saat penyambutan rombongan di rumahnya pada Jumat (18/1/2013).

Untuk akomodasi, ada beberapa hotel yang bisa dipilih seperti Hotel Palm Indah dan Hotel Puri Mutiara di Lewoleba. Di 'desa paus' Lamalera ada beberapa penginapan yakni Felmina Homestay, Ben Homestay dan Maria Homestay. Di beberapa desa lainnya, warga setempat siap menampung wisatawan. Harganya tak mahal, mulai dari Rp 50.000 untuk homestay sampai Rp 850.000 untuk kamar suite nan luas di Hotel Palm Indah.

Berminat menjelajah Pulau Lembata? Siapkan fisik yang kuat dan keinginan bertualang yang menggebu-gebu!
 
Sumber : Detik