Sabtu, 22 Desember 2012

Truk Besar Dilarang Lewat Pantura, INSA Siap Sediakan Kapal

Jakarta - Pemerintah makin matang mempersiapkan aturan pelarangan truk-truk besar (container) untuk lewat jalan Pantai Utara (pantura) dan dialihkan lewat jalur laut. Sampai saat ini armada kapal dinyatakan siap.




Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Edib Muslim kepada detikFinance, seperti dikutip, Jumat (21/12/12).



"Kepada kawan-kawan di dunia bisnis sudah kita komunikasikan. INSA (Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia/Indonesian National Shipowners Association) menyatakan sudah siap," ungkap Edib.



Dia menambahkan, kapal-kapal akan dipersiapkan baik dari pihak BUMN ataupun swasta. Menurutnya, hal ini akan dipermudah mengingat harga kapal di Eropa sudah lebih terjangkau dan mudah diakses.



"Terlebih dengan banyaknya kapal-kapal di eropa yang lebih accesible yang harganya lebih bersaing untuk kita sewa atau beli tapi itu terpulang ke kawan-kawan INSA," lanjutnya.



Selain itu, dari sisi infrastruktur pelabuhannya, Edib mengaku juga sedang dipersiapkan. Aturan pengalihan ini pun ditujukan untuk memberdayakan pelabuhan-pelabuhan yang selama ini kurang hidup.



"Kalau saya bilang teman-teman dari INSA mereka siap-siap aja. Apakah itu BUMN atau swasta mereka siap-siap saja terlebih dengan banyaknya kapal-kapal di eropa yang lebih accesible yang harganya lebih bersaing untuk kita sewa atau beli tapi itu terpulang ke kawan-kawan INSA," ujarnya.



"Kita gunakan roro feri, yang keluarnya dari samping kita bawa kontainernya. Tapi karena jenisnya Roro Feri akan mampu juga membawa barang-barang jenis lain. Apakah itu container, bisa kita lakukan sama-sama. Ini bukan revolusi negara-negara lain sudah melakukan itu, Norwegia sudah lakukan itu, negara-negara Skandinavia sudah, saya pikir nggak ada salahnya kita sebagai negara kepulauan. Bukan ngikutin tapi kita harus bisa menjadi contoh dong buat dunia kalau kita bisa berhemat emisi kita ke lingkungan hidup," jelasnya.



Menurutnya, untuk wilayah Jakarta tak akan lagi bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok. Muara Angke dan Dermaga Marunda yang selama ini kurang terjamah, akan diberdayakan.



"Jadi kalau Tanjung Priok kan sudah Crowded, jangan kita loading lagi. Di daerah nggak maslaah, Lamongan, Kendal itu ready, yang justru kita persiapkan yang kiri kanan ibu kota," katanya.



Seperti diketahui, pemerintah akan melarang truk-truk besar untuk lewat jalan Pantai Utara dan akan dialihkan lewat laut menggunakan kapal Roro Feri. Aturan ini bertujuan meminimalisir penggunaan BBM berlebih di darat, mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, meminimalisir resiko rusaknya jalan raya, serta menambah daya saing logistik pelabuhan       Sumber : Detik

Tidak ada komentar: